Senin, 24 September 2012

Rasaku tentang mu…

Kedua insan yang mau mengenal satu sama lain, pastilah memerlukan waktu yang sangat panjang. Apalagi seorang wanita bukanlah makhluk yang mudah untuk dipahami dengan mengenal satu atau dua hari saja. Pemikiran yang kompleks, emosi yang berubah-ubah, dan sulit dimengerti, menjadi bagian dari wanita menurut sistem otak dan kerja hormon estrogen mereka. Sangat berbeda dengan laki-laki yang  tidak memperdulikan emosi, hormone testosterone memacu penggunakan logika sehingga apapun yang dikerjakan dibuat enjoy, simple dan mudah. Akan tetapi kedua perbedaan ini bukan berarti menjadi pemecah hubungan satu sama lain, melainkan hubungan yang saling melengkapi. Coba bayangkan kalo kita hidup di dunia memiliki anggota tubuh yang sama seperti, dua tangan kita adalah tangan kanan semua. Kalau begitu orang jadi kesulitan untuk beraktivitas bukan?

Semua ini sudah ditentukan oleh Allah, atas rahmat dan ridho Allah, tanpa disadari perbedaan malah sangat berguna sekali untuk umat manusia. Subhanallah…
Dari kehidupanku yang dulu sampai sekarang aku selalu mencoba belajar, entah dari buku, guru, orang tua, orang muda, bahkan anak kecil. Mencoba memahami situasi dan kondisi, mencoba memahami perasaan orang, mencoba memahami karakter orang, semuanya telah kurencanakan dari awal sebab dan akibatnya, pahit dan manisnya. 
Ketika memililki perasaan dengan orang, ada pendapat mengatakan: “Semua laki-laki cintanya itu saat pandangan pertama, apakah benar? Apakah tiap laki-laki jika melihat semua wanita langsung jatuh cinta?”  Tentu saja tidak begitu. Cuma pada dasarnya laki-laki tertarik dengan wanita dengan daya visualisasi mereka, jadi sudah wajar kalau laki-laki jatuh cinta pada pandangan pertama.
Perasaan itu sudah kupertimbangkan, dengan pertimbangan akankah perasaanku dengan dia akan bertahan sampai akhir datangnya hari itu, walapun nantinya akan meleset atau tidak Allahualam, aku tetap melaksanakannya dengan pikiran positif. Karena aku yakin kekuatan berpikir positif akan mampu memberikan energi positif bagi penganutnya dan semua orang disekitarnya.
Sejujurnya laki-laki itu walaupun memiliki daya visualisasi yang kuat, namun cinta mereka, perasaan mereka kepada lawan jenis akan bertahan lama ketika mereka mengenal,mengerti, dan tahu tanggung jawab satu-sama lain, seperti layaknya pasangan burung dara ketika merawat telur mereka. 
Maka, aku menekankan prinsip dalam hatiku kepada penerima perasanku, layaknya, aku tidak akan merokok sampai akhir hayat. Sepertinya bodoh, namun aku selalu berusaha berpikir positif dan berdoa, apapun yang kuusahakan, hanya Allah yang menjadi penentu akhir, dan itu semua aku siap menerimanya.

2 komentar: